InvisionFree gives you all the tools to create a successful discussion community.
InvisionFree - Free Forum Hosting
Welcome to Islamic Community. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Name:   Password:


 

 Shalawat Nariyah, bid'ahkah ini ???
uno
Posted: Dec 30 2006, 07:44 PM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



:salam:

Salam sejahtera semoga Allah limpahkan kepada kita semua....amin...

saya mau tanya lagi neh perihal SHALAWAT NARIYAH...
adakah hal ini dalam islam??
dan apakah termasuk bid'ah???

karena setahu saya sholawat adalah doa untuk Nabi SAW, dan nabi hanya mengajarkan sholawat ibrahimiyah...

please...aku pengen tau... :help:
Top
abulqosim abdullah
Posted: Jan 5 2007, 09:53 AM


Mulai Cinta


Group: Members
Posts: 12
Member No.: 19
Joined: 23-December 06



:salam:

alhamdulillah
semoga salawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Salam manusia terbaik dalam umat yang terbaik

Shalawat Nariyah
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Dengan suatu keyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya.
bila kita merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah, maka kandungan shalawat tersebut sangat bertentangan dengan keduanya. Bukankah hanya Allah semata yang mempunyai kemampuan untuk melepaskan semua ikatan kesusahan dan kesulitan, yang mampu memenuhi segala kebutuhan dan memberikan siraman kebahagiaan kepada orang yang bersedih?!

bagamana mungkin rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Salam rela, jika dikatan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan,

Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
(artinya): “Katakanlah (wahai Muhammad): Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula mampu menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentunya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan tertimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al A’raf: 188)

Dan juga firman-Nya :
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً
(artinya): "Katakanlah (wahai Muhammad): Panggillah mereka yang kalian anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya." (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan, ayat ini turun berkenaan dengan kaum yang berdo’a kepada Al Masih, atau malaikat, atau sosok orang shalih dari kalangan jin. (Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam , lalu mengatakan: مَا شَاءَ اللهَُ وَ شِئْتَ
"Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ لِلَّهِ نِدًّا ؟!
“Apakah engkau hendak menjadikanku sebagai tandingan bagi Allah? Ucapkanlah: مَا شَاءَ اللهَُ وَحْدَهُ “Berdasarkan kehendak Allah semata”. (HR. An-Nasa’i dengan sanad yang hasan) (Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah hal. 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

Maka dari itu, jelaslah dari beberapa dalil diatas bahwasanya Shalawat Nariyah terkandung padanya unsur pengkultusan yang berlebihan terhadap diri Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam hingga menyejajarkannya dengan Allah Ta'ala. Tentunya yang demikian ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang dimurkai oleh Allah dan Nabi-Nya

sumber : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=948
kitab minhajul firqah an-najiyah wath thoifah al mansurah, karya syaikh
muhammad bin jamil zainu
Top
uno
Posted: Jan 5 2007, 02:03 PM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



:salam:

Alhamdulillah mas Abdulqosim atas penjelasannya...

Emang mas...sekarang ini dimasyarakat kita yang berkembang ya seperti itu, banyak yang mengamalkan sholawat nariyah tersebut, padahal mereka pada hakikatnya tidak tau apa sebenarnya sholawat nariyah ini....
Mereka hanya tau dari ustadz2 yang menyarankan mereka untuk mengamalkan sholawat ini guna memohon/berdoa kepada Allah juga untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memuliakan Nabi Muhammad SAW...

Nah sekarang gimana tuh mas cara yang terbaik guna mengatasi dilema ini..??? :confused:
Karena rata2 orang yang mengamalkan sholawat ini tidak tau menahu mengenai hakikat dari sholawat ini....

piye neh mas.... :nyam:
Top
abulqosim abdullah
Posted: Jan 6 2007, 11:12 AM


Mulai Cinta


Group: Members
Posts: 12
Member No.: 19
Joined: 23-December 06



:salam:
Segala Puji Bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam. Aku bersaksi tiada yang berhak diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan shalawat kepada beliau, keluarganya, sahabatnya dan orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau serta orang yang mendapatkan hidayah dengan bimbingan beliau hingga hari akhir.

menanggulangi suatu bid'ah yang sudah mengakar bukanlah dengan cara mengikuti arus ( ikut meramaikan dan mensukseskan prosesnya). namun ada beberapa langkah yang dituntunkan.
1. tidak mengikutinya
2. mengamalkan amalan yang benar (memberi contoh, -bukanlah riya karena niat tetap mengharapkan pahala)
3. menasehati orang yang dekat (kalau sudah mempunyai ilmunya)
4. menasehati masyarakat (kalau sudah mempunyai ilmunya tidak menimbulkan fitnah)
5. memberantasnya (kalau sudah mempunyai ilmunya dan berkuasa, contoh kepala keluarga terhadap keluarganya, hingga kepala negara terhadap negaranya)

Allahu A'lam
:salam:
Top
uno
Posted: Jan 7 2007, 03:11 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



:thinking:
Top
mila
Posted: Jan 9 2007, 10:14 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 313
Member No.: 3
Joined: 7-December 06



Ya ya ya..
yang ini saya sependapat.
:arab: :arab: :arab: :arab: :arab:
itu termasuk bidah
Top
ifik
Posted: Feb 21 2008, 10:50 AM


Newbie


Group: Members
Posts: 2
Member No.: 52
Joined: 21-February 08



QUOTE (uno @ Jan 5 2007, 02:03 PM)
:salam:

Alhamdulillah mas Abdulqosim atas penjelasannya...

Emang mas...sekarang ini dimasyarakat kita yang berkembang ya seperti itu, banyak yang mengamalkan sholawat nariyah tersebut, padahal mereka pada hakikatnya tidak tau apa sebenarnya sholawat nariyah ini....
Mereka hanya tau dari ustadz2 yang menyarankan mereka untuk mengamalkan sholawat ini guna memohon/berdoa kepada Allah juga untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memuliakan Nabi Muhammad SAW...

Nah sekarang gimana tuh mas cara yang terbaik guna mengatasi dilema ini..??? :confused:
Karena rata2 orang yang mengamalkan sholawat ini tidak tau menahu mengenai hakikat dari sholawat ini....

piye neh mas.... :nyam:

Assalamu'alaikum wr. wb

Maaf mas, saya ikutan nih, jangan mudah mencap bid'ah sholawat nariyah. Muhammad yang melerai bukan berarti sebisanya kita tafsirkan secara gamblang, sebab didalamnya ada kandungan yang lebih dalam. Tetap Allahlah yang berkuasa, kita hanyalah memuliakan nabi saw. Nah, misalnya anda boleh saja mengatakan bahwa ibu andalah yang memberi makan dan minum kepada anda, atau pengemis meminta kepada sipemberinya, bukan berarti kita artikan secara gambalang bukan ? Secara hakikat, apakah ibu anda yang memberi makan-minum dan apakah pengemis pemberi yang memberi sedekah ? Padahal hakikatnya Allah bukan. Jadi saudaraku, hati-hati dengan pendapat dangkal yang memaknai sesuatu secara tersurat. Apalagi melecehkan ulama-ulama bid'ah. Anda saya sarankan mencari guru yang bisa menunjukkan sanad gurunya sampai rasulullah. Kalau saya ada....

Terimakasih......
Top
uno
Posted: Feb 22 2008, 10:31 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



trus kalo ga bid'ah namanya apa mas?
kasih penjelasan donk, biar kita ngerti...
Top
mila
Posted: Feb 22 2008, 11:02 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 313
Member No.: 3
Joined: 7-December 06



Paling nggak yang dimaksud bidah tuh apaan menurut hadist yang diakui?
Top
uno
Posted: Feb 22 2008, 11:10 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



bid'ah, sesuatu yang baru yang belum ada tuntunannya dalam hal ibadah yang udah dicontohin Nabi SAW...(aku taunya ini)

aku juga masih nambah2 ilmu lagi masalah ini, setiap aku balik ke rumah sering diskusi sama pak ustad (terutama masalah bid'ah)...
Top
mila
Posted: Feb 22 2008, 11:10 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 313
Member No.: 3
Joined: 7-December 06



Ada yang HPnya gak aktif ??
Top
mila
Posted: Feb 22 2008, 11:12 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 313
Member No.: 3
Joined: 7-December 06



Lha menurut uno shalawat nariyah pernah diajarkan nabi ke sahabatnya nggak? Aku meneketehe ...
Top
uno
Posted: Feb 24 2008, 03:17 AM


Udah Cinta


Group: Member
Posts: 270
Member No.: 2
Joined: 7-December 06



setahuku sampai detik ini seh enggak, dan kata pak ustadzku juga enggak...
padahal pak ustadzku sering nyaranin untuk mengamalkan doa-doa dan termasuk sholawat ini...tapi masih ragu...
Top
mdi_suprabowo
Posted: Oct 23 2008, 12:36 PM


Newbie


Group: Members
Posts: 1
Member No.: 97
Joined: 23-October 08



QUOTE (uno @ Dec 30 2006, 07:44 PM)
:salam:

Salam sejahtera semoga Allah limpahkan kepada kita semua....amin...

saya mau tanya lagi neh perihal SHALAWAT NARIYAH...
adakah hal ini dalam islam??
dan apakah termasuk bid'ah???

karena setahu saya sholawat adalah doa untuk Nabi SAW, dan nabi hanya mengajarkan sholawat ibrahimiyah...

please...aku pengen tau... :help:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Perintah shalawat jelas termaktub dalam Al Qur'an Al Karim, jelas itu tidak bisa kita pungkiri.

Untuk shalawat yang beraneka ragam, misalnya shalawat tafrijiyah/nariyah, shalawat munjiyat, dan lain sebagainya itu merupakan tanda "hub" atau cinta rasul. Adapun beliau-beliau yang menyusun bacaan shalawat itu merupakan ulama' di jaman beliau masing-masing. Yang pertama kita pegang adalah kita harus husnudzon terhadap ulama'

Adapun pemahaman jawaban yang mengatakan bahwa bagaimana mungkin nabi Muhammad bisa menguraikan buhulan, dst. itu bukan atas kekuatan atau kekuasaan beliau, tapi semua itu adalah dari Allah semata. Jadi yang dimaksud dalam shalawat nariyah tepatnya adalah dengan bacaan shalawat itu kita berharap Allah yang membantu menguraikan segala buhulan (kesulitan) dst.

Coba baca kitab Riadhus Shalihin yang memuat sahih buhari tentang shalawat, yang artinya "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya sepuluh kali kepadanya".

Kesimpulannya bershalawatlah sebanyak-banyaknya, bukan hanya waktu shalat, tapi dalam segala keadaan. Kita juga tidak perlu su-udzon terhadap beliau para penyusun shalawat, karena beliaupun tahu bahwa bid'ah itu juga dosa besar. Bahkan beliau adalah penuntut ilmu yang istiqomah.

Wallahu a'lamu bishawab.

Wasalamu'alaikum Wr. Wb.
Top
ben
Posted: Dec 30 2010, 03:31 PM


Newbie


Group: Members
Posts: 1
Member No.: 185
Joined: 30-December 10



QUOTE (abulqosim abdullah @ Jan 5 2007, 09:53 AM)
:salam:

alhamdulillah
semoga salawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Salam manusia terbaik dalam umat yang terbaik

Shalawat Nariyah
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Dengan suatu keyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya.
bila kita merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah, maka kandungan shalawat tersebut sangat bertentangan dengan keduanya. Bukankah hanya Allah semata yang mempunyai kemampuan untuk melepaskan semua ikatan kesusahan dan kesulitan, yang mampu memenuhi segala kebutuhan dan memberikan siraman kebahagiaan kepada orang yang bersedih?!

bagamana mungkin rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Salam rela, jika dikatan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan,

Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
(artinya): “Katakanlah (wahai Muhammad): Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula mampu menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentunya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan tertimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al A’raf: 188)

Dan juga firman-Nya :
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً
(artinya): "Katakanlah (wahai Muhammad): Panggillah mereka yang kalian anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya." (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan, ayat ini turun berkenaan dengan kaum yang berdo’a kepada Al Masih, atau malaikat, atau sosok orang shalih dari kalangan jin. (Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam , lalu mengatakan: مَا شَاءَ اللهَُ وَ شِئْتَ
"Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ لِلَّهِ نِدًّا ؟!
“Apakah engkau hendak menjadikanku sebagai tandingan bagi Allah? Ucapkanlah: مَا شَاءَ اللهَُ وَحْدَهُ “Berdasarkan kehendak Allah semata”. (HR. An-Nasa’i dengan sanad yang hasan) (Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah hal. 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

Maka dari itu, jelaslah dari beberapa dalil diatas bahwasanya Shalawat Nariyah terkandung padanya unsur pengkultusan yang berlebihan terhadap diri Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam hingga menyejajarkannya dengan Allah Ta'ala. Tentunya yang demikian ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang dimurkai oleh Allah dan Nabi-Nya

sumber : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=948
kitab minhajul firqah an-najiyah wath thoifah al mansurah, karya syaikh
muhammad bin jamil zainu

assalamualaikum...
bismillah.. semoga allah senantiasa melindungi kita, umat muhmmad, amieen...

terkait dengan postingan ini,, apa benar demikian,,?
ada berjuta-juta orang yang mengamalkan shalawat tersbut. dan informasi seperti ini sangat rawan menggoyahkan akidah seorang hamba allah yg bertaqwa,, bagaimana jika hamba tersebut mendengar informasi ini dan turut menilai salawat nariyah adalah bid'ah,,siapa yang harus disalahkan,,? hal ini juga rawan memecah umat islam hanya karena pemahaman yang kurang mendalam,,

orang yang mengatakan salawat naryah adalah bidah atau siryk, biasanya dia adalah orang yang terkait dengan kemampuan bahasa saja tanpa memahami dengan betul esensi yang terkandung didalamnya. salawat itu pernah dibahas langsung oleh ulama pemuka dimekah dalam forum pembahasan tentang pembid'ahan tersebut, untuk lebih memahami gampangannya begini:
"jika ada orang mengatakan secangkir teh itu manis karena di kasih gula, maka orang tersebut dikatakan berbuat bidah, karena yang membuat manis adalah allah,, bukan gula."
sebenarnya tidak demikian, orang tersebut mengatakan gula yg menjadikan manis adalah benar adanya, karena allah telah menciptakan gula dengan sifat seperti itu, begitu juga allah menjadikan nabi kita muhammad SAW sebagai rasulnya. syafaat dari beliau pun ada karena kehendak allah SWT..

akan sangat bijak jika ada sesuatu yang berkaitan dengan agama dan kurang berkenan dihati dimusyawarahkan terlebih dahulu. dan hendaknya jika ada kasus seperti ini, sebagai langkah awal tanyakan kepada mereka yang mengamalkan, terutama mereka yang lebih tahu dulu dan lebih memahami.

demikian semoga hal tersebut dapat meluruskan pemahaman saudara, dan menjadikan saudara lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi. wassalam....
Top
« Next Oldest | AKIDAH | Next Newest »
InvisionFree - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
Learn More · Sign-up for Free

Topic Options




Copyrighted by ISLAMIC COMMUNITY @2006

untuk informasi, saran, dan kritik bagi forum ini dapat dilayangkan melalui email ke Administrator



Hosted for free by InvisionFree* (Terms of Use: Updated 2/10/2010) | Powered by Invision Power Board v1.3 Final © 2003 IPS, Inc.
Page creation time: 0.1486 seconds | Archive