 |
Everything Will be Allright!, (Cerpen Remaja Lama)
| JJlicious |
|

Addicted
 
Group: Members
Posts: 32
Member No.: 67
Joined: 29-June 09

|
Hehehehu~ Pertama kali ngepost disini.. 
Ini adalah cerpen yang saya buat ketika saya mendapat tugas bahasa di kelas tiga SMA. Waktu itu saya lumayan dapat nilai yang bagus. Tapi tidak puas karena sang Guru tidak memberi komentar apapun kecuali bertanya, apakah karya ini asli buatan saya?
Saya harap mendapat lebih banyak komen dari orang lain. Haha, agak aneh sih mengingat saya membuatnya dalam keadaan emosi 
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Gak mrh, kan? Coz, gw g’ mu nyktin ht syapa pun. Lo tetep hubungin gw ya. Fattan
Kutatap sms itu. Entah mengapa, tapi ada sesuatu yang membuatku terdiam tidak bisa bicara. Perasaan seperti ini seharusnya tidak ada dalam dadaku. Perasaan sesak, seolah batu karang telah menghimpit tubuhku. Perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan, karena aku sendiri tidak ingin merasakannya lagi.
Memang salahku kalau semua ini berakhir seperti ini. Memang ketololanku yang membuat semua ini jadi terasa pahit. Dulu aku pernah memutuskan untuk tidak pernah menagis karena laki-laki lagi—itu sekitar dua tahun lalu—karena aku benar-benar sadar, tidak ada pria yang baik di dunia ini. Mereka selalu menjadi mahluk paling egois yang pernah ada, tanpa memikirkan perasaan orang lain mereka bisa melakukan apa yang mereka mau. Begitu pula yang dilakukan oleh pacarku terdahulu, ia meninggalkanku tanpa mengatakan apapun. Dan itu adalah terakhir kalinya aku menangisi mahluk bernama laki-laki.
Aku sudah bertekad untuk tidak akan pernah lagi mengenal laki-laki. Tidak lagi, sampai aku bisa membedakan mana yang baik dan buruk bagiku, dengan tapat. Tapi hal itu tidak bisa aku tepati, tidak bisa karena seseorang telah membuka kekerasan hatiku dan meluluhkannya dengan semua apa yang dia miliki.
”Payah lo, cewek nggak punya hati,” Fattan meledekku saat kami baru keluar dari teatre 3, bioskop Twenty One bersama Gia, Debi dan Azril. Aku hanya tersenyum kecut mendengarnya. Kulirik Gia, dan Debi. Mata mereka sudah sembab, di pipi mereka masih terlukis bekas air mata yang membanjir. Bahkan Azril yang mengaku-ngaku sebagai cowok sejati yang macho, juga menangis karena film drama remaja yang baru saja selesai kami tonton. Hufff. Aku menghela nafas. Cerita film itu memang sedih, bahkan ini adalah film paling sedih yang pernah aku tonton selama ini. Fattan yang juga biasanya bertingkah konyol, sempat kulihat menyapukan tangan pada air matanya di tengah film di putar.
Bukannya tidak punya hati. Tapi aku tidak bisa lagi menagis karena hal-hal menyedihkan seperti itu. Aku penah berjanji pada diri sendiri untuk tidak pernah lagi menangis. Aku sudah pernah berjanji, dan tidak boleh aku langgar.
Sudah banyak upaya yang teman-temanku lakukan agar aku bisa menangis seperti dulu atau paling tidak aku kembali kepada diriku yang dulu. Mereka bilang, sejak berjanji pada diri sendiri untuk tidak menangis, aku bukanlah aku yang biasanya. Karena bukan hanya aku tidak lagi pernah menangis, tapi juga hampir tidak pernah tertawa riang seperti dulu. Debi dan Gia agak jengkel dengan sikapku yang seperti itu. Mereka bilang aku skeptis, tapi aku tidak peduli. Aku hanya tidak ingin kembali terluka. Hanya itu.
Oleh sebab itu mereka mencoba mengenalkan aku dengan Fattan. Fattan dua tahun lebih tua daripada kami bertiga. Ia orang yang periang, malah kadang-kadang ia terlihat tidak punya malu. Ia selalu tertawa dimana pun ia berada, dan tidak akan segan membuat orang lain ikut tertawa meskipun ia baru mengenal orang itu.
Sudah beberapa hari Debi dan Gia berhasil mendesakku berteman dengan Fattan. Mungkin dengan begitu, keceriaanku yang dulu akan kembali, begitu menurut mereka. Dan begitulah yang terjadi.
Sejak mengenal Fattan aku akui, aku bisa kembali ceria seperti dulu. Perasaan sedihku karena pernah ditinggal pacar, sudah aku lupakan semua. Semuanya seakan kembali lagi, dimana aku hidup tanpa mengenal rasa sakit hati karena perasaan tak berwujud bernama cinta..
Hubunganku dan Fattan berjalan baik. Kami jadi sering berkomunikasi dan bertemu. Dan entah sejak kapan, perasaan itu kembali dalam hidupku. Perasaan yang sebelumnya pernah dihancurkan oleh mantan pacarku saat ia memilih untuk meninggalkanku.
Aku tahu, nggak seharusnya aku menyukai Fattan. Fattan bukan tipeku, bukan seorang penyayang, bukan seorang yang keren, bukan seorang yang tampan, bukan, dan bukan tipe yang selama ini selalu kubanggakan ketika menemukannya. Tapi semua terasa begitu alami. Perasaan ini datang sedikit demi sedikit ke dalam hatiku. Ketika sadar, ia telah berhasil menyentuh hatiku setelah sekian lama aku tidak mengacuhkannya. Hanya karena aku merasa dialah orangnya. Orang yang tepat.
Aku bahkan sudah mengatakan hal ini kepada Gia dan Debi. Mereka tampak senang. Aku sudah kembali, begitu mungkin menurut mereka. Dan mereka berjanji akan membantuku. Entahlah, aku juga tidak begitu yakin sebenarnya.
Suatu hari Fattan bilang ia sudah menemukan orang yang bisa ia sanyangi. Orang yang benar-benar ia cintai. Orang yang selalu dekat dengannya akhir-akhir ini. Dan bodohnya aku! Kukira, orang itu adalah diriku. Bagaimana tidak, bila semua ciri-ciri yang ia sebutkan menuju padaku?
Perasaan senang saat itu masih bisa aku ingat dengan pasti. Perasaan senang karena kembali bisa menemukan cintaku yang sempat mati karena ditinggalkan orang yang pernah sangat aku cintai. Perasaan kembali dicintai orang yang aku inginkan.
Tapi nyatanya? Semua perasaan senang itu harus berakhir. Harus terulang keterpurukan karena kekecewaan. Kembali perasaan itu membuatku sedih. Kembali perasaan itu menyakitki hatiku. Dan kembali, perasaan itu membuatku terluka untuk kesekian kalinya.
Aku, Debi dan Gia juga sedang berada di Rumah Azril siang tadi saat tiba-tiba Fattan datang.
Deg! Dadaku tiba-tiba saja berdebar tidak karuan. Tidak terasa mataku mulai berkaca bersamaan dengan rasa sesak di dalam hatiku. Semua tiba-tiba terasa kacau. Seorang wanita cantik menggandeng tangan Fattan dengan mesra. Wajahnya manis, tubuhnya mungil, senyumnya juga menawan.
“Maya,” kata wanita itu lembut. Kami menyalaminya satu persatu. Tentu saja, aku sudah tahu kalau tanganku mulai dingin dan agak gemetar. Aku tidak bisa menutupinya.
“Dia pacar gue, kita baru jadian tadi,” Fattan dengan senyumnya yang khas memamerkan Maya pada kami semua.
Hmpkk... Entahlah, tapi aku merasa kalau waktu seakan berhenti sesaat di sekitarku. Kurasakan udara pengap yang menghimpitku. Untuk beberapa saat aku kesulitan untuk bernafas. Apa yang ada di depan mataku seolah berputar dan tidak henti-hentinya menertawaiku. Menertawai kebodohanku selama ini yang mengira bahwa perempuan yang Fattan cintai adalah aku.
Saat itu kusadari pandangan Debi dan Gia penuh iba, seolah mereka tahu apa yang aku rasakan. Tidak. Aku tidak mau mereka menatapku seperti itu. Hatiku makin sakit. Tersayat belati pun tidak cukup melukiskan bagaimana rasanya. Buru-buru aku berbalik dan permisi pulang sebelum air mataku benar-benar akan jatuh di hadapan mereka.
Kini, aku hanya bisa merasakan kesedihan ini sendirian. Dadaku memang sakit, bahkan sedikit perasaan tidak rela sempat menggerogoti hatiku. Rasanya ingin menangis. Andaikan hal itu bisa kulakukan. Tapi tidak, aku tidak bisa.
Lo, gapapa kan, teman? W nta mav tentang hal ni. Tlp w, kpn ja. Debi
Tmn, w gatau knapa bisa kaya gini. Percaya, i’ll b there 4u. Gia
Sms dari Debi dan Gia silih berganti berdatangan. Sms mereka agak menenangkan hatiku. Senangnya masih memiliki orang yang bisa kujadikan pegangan seperti mereka di saat-saat yang terasa sepi seperti saat ini. Perlahan hatiku mulai sadar, kalau aku tidak boleh sedih. Aku masih harus menepati janjiku untuk tidak menangis. Tidak pernah menangis lagi.
Dan ya, aku berhasil meyakinkan diriku sendiri untuk tidak menangis. Dan semua akan baik-baik saja. Barulah sms dari Fattan datang. Ia mengaku baru tahu perasaanku dari Debi dan Gia, setelah mereka menjelaskannya selepas aku pergi begitu saja dari rumah Azril.
Lo tetep hubungin gw ya.
Kubaca sekali lagi barisan paling bawah dari SMS Fattan. Aku tersenyum sendiri. Sekuat tenaga kukesampingkan perasaan sesak yang sejak tadi menghimpit dada ini. Meskipun sakit. Sekali lagi kukatakan pada diriku sendiri, “Everything will be allright, gal!”
Sejenak aku menenangkan diri, menarik nafas pelan dan menghembuskannya perlahan sampai aku merasa agak baikkan. Kubuka mata, kutatap frame di atas meja belajarku, ada fotoku bersama Gia dan Debi disana sedang tertawa riang. Aku sadar kalau selama ini mereka selalu berada disisiku, dan kekuatan merekalah yang membuatku masih bertahan di dalam kesedihan yang selama ini menghantuiku. Tidak peduli apapun yang terjadi,mereka selalu ada bersamaku. Dan memikirkan mereka, jauh lebih penting daripada harus bersedih atas kekonyolan ini.
Aku tersenyum memandang layar ponsel sekali lagi. “Ya, will be allright.”
JJlicious©08/03/09
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Terima kasih~~
--------------------
Lovely pretty JaeJoong
|
|
|
| ChibiChick |
|

FF Nazi
  
Group: Admin
Posts: 211
Member No.: 2
Joined: 28-October 04

|
w00t!!!!  COOL !!!!! Komentar pertama dari gue adalah, THANK YOU udah mau share cerpen kamu disini... senangnyaaa... *hiks* beneran terharu* Kedua, INI CERPEN BAGUS LOH! BENERAN! Guru kamu pantes digetok kepalanya kok bisa-bisanya meragukan hasil karya muridnya, hahahaha  Gue suka dengan ide ceritanya yang membawa message friendship dan ketegaran hati. Way to go, baby! Tapi mungkin ada sedikit saran/kritik... Di bagian SMS nya, mungkin perlu dikasih terjemahan atau format tulisan SMS nya diganti dengan kata-kata biasa... Karena nggak semua orang nangkep maksud tulisan SMS kaya gitu. Sumpah, gue butuh waktu sekitar 10 menit buat menangkap cara bacanya wahahahahaha (kalo istilah temen2 gue, itu bahasa Ababil XD) But over all, I LIKE THIS GOOD STUFF! Good job, honey! Ayo posting cerpen yang lain, gue yakin kamu punya banyak barang bagus di file2 komputermu, ihihihi
--------------------
|
|
|
| JJlicious |
|

Addicted
 
Group: Members
Posts: 32
Member No.: 67
Joined: 29-June 09

|
| QUOTE (ChibiChick @ Jun 30 2009, 12:36 AM) | w00t!!!! COOL !!!!!
Komentar pertama dari gue adalah, THANK YOU udah mau share cerpen kamu disini... senangnyaaa... *hiks* beneran terharu*
Kedua, INI CERPEN BAGUS LOH! BENERAN! Guru kamu pantes digetok kepalanya kok bisa-bisanya meragukan hasil karya muridnya, hahahaha 
Gue suka dengan ide ceritanya yang membawa message friendship dan ketegaran hati. Way to go, baby!
Tapi mungkin ada sedikit saran/kritik... Di bagian SMS nya, mungkin perlu dikasih terjemahan atau format tulisan SMS nya diganti dengan kata-kata biasa... Karena nggak semua orang nangkep maksud tulisan SMS kaya gitu. Sumpah, gue butuh waktu sekitar 10 menit buat menangkap cara bacanya wahahahahaha (kalo istilah temen2 gue, itu bahasa Ababil XD) But over all, I LIKE THIS GOOD STUFF!
Good job, honey! Ayo posting cerpen yang lain, gue yakin kamu punya banyak barang bagus di file2 komputermu, ihihihi  |
Pertama-tama, terima kasih ya, Kakak-kakak sudah pada baca cerpen ini.. Hehehe, dan aku seneng mengetahui kalau ada yang bilang cerpen ini bagus ~ lalalalala~~ *joget-joget gejeh* Kak Chibi~!! Tidakkah dirimu sadar..?? Ini diriku!! Diriku!!! Hmpfh.. masa Kakak gak sadar keberadaanku? ini K Iya, padahal itu SMS udah dibenerin tuh, tadinya lebih nganar lagi  Tapi ternyata masih sulit dimengerti. haghaghagz Kak SassyTengkyu juga Kak ^^ Ntar kalo ada yang gak diriku mengerti, kasih tau ya Kak~~
--------------------
Lovely pretty JaeJoong
|
|
|
| JJlicious |
|

Addicted
 
Group: Members
Posts: 32
Member No.: 67
Joined: 29-June 09

|
| QUOTE (ChibiChick @ Jun 30 2009, 02:08 PM) | Aaahhh~~~ ternyata ini K !! Wakakakaka maap maap saya nggak tau abisnya pake ID yang beda, ihihihiy ^^;;;;
Ayoo posting yang lain lagi yaaa~~ |
Iya Tengkyu kak.. Ohya, ini kan cerpen tuh. Udah kelar nih.. Kalo mau buat cerpen lagi, tinggal buat tret baru lagi ya? Apa di post disini juga? *nanya buat mastiin nih*
--------------------
Lovely pretty JaeJoong
|
|
|
| [8] |
|
Noob

Group: Members
Posts: 5
Member No.: 74
Joined: 2-July 09

|
Wah, oke juga cerpennya  ayo post lagi ya! hwaiting!
|
|
|
| ChibiChick |
|

FF Nazi
  
Group: Admin
Posts: 211
Member No.: 2
Joined: 28-October 04

|
| QUOTE (JJlicious @ Jun 30 2009, 03:07 PM) | Ohya, ini kan cerpen tuh. Udah kelar nih..
Kalo mau buat cerpen lagi, tinggal buat tret baru lagi ya? Apa di post disini juga? *nanya buat mastiin nih*
|
ya elah, bikin tret baru aja donk  kan cerpen baru... Pokoknya satu judul = satu tret. hehehe Ayo post judul sebanyak2nya! Bikin tret sebanyak2nya!  Lalalalaal~~ *girang gak jelas*
--------------------
|
|
|
| har.ang |
|

Noob

Group: Members
Posts: 14
Member No.: 75
Joined: 3-July 09

|
|
|
|
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:
Track this topic
Receive email notification when a reply has been made to this topic and you are not active on the board.
Subscribe to this forum
Receive email notification when a new topic is posted in this forum and you are not active on the board.
Download / Print this Topic
Download this topic in different formats or view a printer friendly version.
|  |